Langsung ke konten utama

Keracunan Makanan? Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya

Keracunan makanan adalah kondisi yang muncul akibat mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular, seperti bakteri, virus, dan parasit. Selain itu bisa karena racun yang mereka keluarkan di makanan. Kontaminasi dapat terjadi saat makanan sedang diproses atau dimasak dengan tidak benar..

Kontaminasi yang umumnya terjadi pada kasus keracunan makanan disebabkan oleh:

  • Bakteri, contohnya Campylobacter, salmonella, Escherichia coli (E. coli), Listeria, dan Shigella.
  • Virus, contohnya norovirus dan
  • Parasit, contohnya cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan giardia.
  • Keracunan

Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang mudah terkontaminasi jika tidak ditangani, disimpan, atau diolah dengan baik..

  • Daging mentah.
  • Susu
  • Makanan siap saji, misalnya potongan daging matang, keju lembek, dan roti isi kemasan.
  • Telur mentah.
  • Kerang-kerangan mentah.

Berikut Gejala Keracunan Makanan..!!

Gejala keracunan makanan bisa dimulai beberapa saat setelah makan hingga tiga hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala yang umumnya terjadi antara lain:

  1. Merasa mual dan muntah-muntah.
  2. Mengalami diare.
  3. Sakit atau kram perut.

Penyebab Keracunan Makanan..!!

Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya keracunan makanan:

  1. Tidak menyimpan makanan dengan suhu yang tepat, misalnya tidak disimpan di kulkas, terutama produk daging dan produk olahan susu.
  2. Tidak memasak makanan secara merata, terutama daging unggas, burger, dan sosis.
  3. Meninggalkan makanan matang di ruangan dengan suhu hangat terlalu lama.
  4. Mengonsumsi makanan yang sudah melewati masa kedaluarsa.
  5. Kontaminasi silang, misalnya memakai pisau pemotong daging mentah untuk mengiris roti, menyimpan daging mentah di atas makanan siap makan sehingga cairan dari daging menetes ke makanan di bawahnya.
  6. Orang yang sakit atau dengan tangan yang kotor menyentuh makanan.

Pengobatan Keracunan Makanan..!!

Pada kebanyakan kasus, keracunan makanan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Untuk meredakan gejala yang terjadi, Anda bisa beristirahat secukupnya dan minum banyak cairan karena jika mengalami dehidrasi, maka gejala yang terjadi akan bertambah parah dan masa pemulihan akan menjadi makin lama.

Orang yang rentan mengalami dehidrasi sebaiknya diberikan cairan rehidrasi oral atau dikenal dengan nama oralit. Oralit berfungsi menggantikan glukosa, garam, dan mineral penting lain yang hilang akibat muntah dan diare. Untuk sementara waktu, sebaiknya Anda menghindari makanan biasa hingga merasa lebih baik. Anda bisa mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti bubur.

Berikut ini beberapa kondisi yang mengharuskan Anda mendapat pengobatan karena keracunan makanan:

  1. Anda mengalami demam tinggi.
  2. Gejala yang dialami sangat parah dan tidak membaik hingga beberapa hari.
  3. Mengalami gejala dehidrasi parah, misalnya urine beraroma tidak enak, berwarna gelap, dan sangat sedikit.
  4. Bayi Anda mengalami keracunan makanan.
  5. Terjadi wabah keracunan makanan dan terkait dengan sumber kontaminasi tertentu.
  6. Mengalami muntah-muntah lebih dari dua hari.
  7. Diare yang bertahan lebih dari tiga hari atau tinja bercampur darah.

Keracunan makanan juga bisa memberikan efek yang parah, terutama pada orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Di antaranya adalah penderita diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, HIV, kanker, mereka yang berusia di atas 65 tahun, dan bayi..

Terimakasih dan semoga bermanfaat..!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sering Nyeri Otot, Berikut Cara Penanganannya

Nyeri otot atau myalgia adalah rasa sakit atau nyeri yang muncul pada bagian otot. Ini adalah kondisi yang umum dan bisa terjadi pada semua orang. Nyeri otot biasanya terkait dengan tingkat ketegangan, terlalu banyak beraktivitas, atau cedera dari olahraga dan/atau bekerja. Karena pada dasarnya nyeri otot mulai terasa ketika Anda sedang melakukan aktivitas atau setelahnya. Nyeri otot bisa dirasakan pada bagian mana pun karena hampir seluruh bagian tubuh memiliki jaringan otot dan biasanya tidak hanya melibatkan satu otot saja.. Kondisi ini bisa melibatkan ligamen, tendon, dan fasia. Fasia adalah jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan otot dan jaringan di sekitarnya seperti saraf dan pembuluh darah.. Kenali Penyebab Munculnya Nyeri Otot..!! Nyeri otot yang dirasakan seseorang sering kali menghilang hanya dalam beberapa hari, tapi kondisi ini bisa juga bertahan hingga berbulan-bulan. Nyeri otot bisa juga menjadi tanda dari kondisi lain yang berdampak kepada seluruh bagian tu...

Kenali Cegukan dan Cara Penanganannya

Pada umumnya cegukan atau singultus merupakan kondisi umum yang dapat dialami oleh semua orang, mulai dari bayi hingga dewasa. Kondisi yang ditandai dengan suara “hik” ini terjadi ketika diafragma, atau membran otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, mengalami kontraksi.. Tiap kontraksi pada organ yang juga memiliki peran penting dalam pernapasan tersebut akan mengakibatkan pita suara menutup tiba-tiba sehingga menghasilkan suara khas cegukan.. Pemicu Cegukan Bisa Terjadi.. Sebagian besar cegukan berlangsung singkat atau hanya beberapa menit. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Cegukan singkat ini diduga terpicu oleh beberapa hal, di antaranya akibat: Minuman panas Minuman bersoda Minuman beralkohol Mengonsumsi makanan pedas Makan terlalu cepat Merokok Stres, takut, atau gembira Perut yang kembunG Namun dalam beberapa kasus, cegukan juga ada yang bisa berlangsung lama, yaitu lebih dari dua hari. Biasanya cegukan seperti ini disebabkan oleh masalah...